STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM PENYELESAIAN KASUS AMBALAT

Rizky Kesuma

Abstract


Sengketa Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia sering kali terjadi, terutama di kawasan perbatasan maritim. Sengketa Ambalat di laut Sulawesi merupakan salah satu contoh sengketa perbatasan maritim yang belum selesai hingga saat ini. Sengketa Ambalat mencuat sedikit banyak adalah pengaruh atas kemenangan Malaysia atas Sipadan dan Ligitan, dimana hakim Mahkamah Internasional memberikan kemenangan atas Sipadan dan Ligitan dengan alasan penguasaan efektif (effective occupancy) di wilayah tersebut. Kemenangan Malaysia atas Sipadan dan Ligitan, membuat Malaysia semakin berani mengklaim kawasan maritim lain di Indonesia,dengan peta unilateral 1979 yang dibuat oleh Malaysia, mereka kembali mengklaim kawasan lain di Indonesia, salah satunya yaitu Ambalat.Ambalat yang ditenggarai memiliki kandungan minyak dan gas bumi yang berlimpah merupakan salah satu tujuan Malaysia untuk menguasai Ambalat. Pemerintah Indonesia tentu tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaiakan permasalahan ini,pemerintah Indonesia melakukan beberpa pendekatan seperti pendekatan secara hukum,politik,dan kedekatan wilayah untuk mengklaim Ambalat sebagai bagian dari wilayah Indonesia, dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dimana menurut Bodgan dan Taylor dalam Lexy J. Moleong merupakan prosedur  penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam penelitian ini digunakan data-data kualitataif yang diambil dari buku-buku, maupun laporan dari kedutaan besar Indonesia serta didukung oleh beberapa data yang didapat seperti jurnal ilmiah dari lembaga penelitian Indonesia (LIPI) dan beberapa sumber dari internet untuk melengkapai penelitian ini.

 

 

Kata kunci : Ambalat, Indonesia, Malaysia, Sengketa, Strategi.

 

 

ABSTRACT

 

Border dispute between Indonesia and Malaysia is often occurs, especially in the area of maritim border. Ambalat in Sulawesi Sea is one example of the maritime border dispute which has not been finished until now. Ambalat is sticking out a little more influence on Malaysian victory over Sipadan and Ligitan, which the International Court Jjustices gave victory to Malaysia over Sipadan and Ligitan with effective control reasons (effective occupancy) in the region. Malaysia won over Sipadan and Ligitan causing Malaysia gets more courage to claim another Indonesia's maritime area. They reclaimed areas in Indonesia with their unilateral map made by Malaysia in 1979 and one of the claimed area is Ambalat. Ambalat which is allegedly contains oil and gas abundance is one of Malaysia's goal to own Ambalat. Indonesian government would not remain silent and take immediate steps to solve this problem, Indonesian government made an approach such as legally approach, politically, and the proximity of the area to claim Ambalat as part of Indonesian territory. In this research, the authors is using a qualitative research methodology by Bodgan and Taylor in Lexy J. Moleong with a research procedure that produces descriptive data in the form of written words or spoken words of the people and behaviors that can be observed. This research is using qulitative data taken from the books, as well as reports from the Indonesian Embassies and supported by some datas that obtained from scientific journals such as from Research Institutes of Indonesia (LIPI) and some internet resources for completed the research.

 

 

Keywords : Ambalat, Dispute, Indonesia, Malaysia, Strategic.


Full Text:

PDF

References


Annisa, Khoridatul (2009) . Malaysia Macan Asia : Ekonomi, Politik, Sosial-Budaya dan Dinamika Hubungannya Dengan Indonesia. Yogyakarta : Garasi

Arsana,I Made Andi (2007).Batas Maritim Antarnegara.Yogyakarta:Gajah Mada University Press

Aqimudin,Eka An,Hilton ,Tarnama Putra(2011).Mekanisme Penyelesaian Sengketa di Asean.Yogyakarta:Graha Ilmu

Alim,Moh Zahirul.Ganyang Malaysia Mengapa Tidak Ampuh Lagi:FPDA dalam Konstelasi Konflik Indonesia-Malaysia.Yogyakarta:Aswaja Presindo

Djalal,Dino Patti(1996). The Geopolitics Of Indonesia’s Maritime Territorial Policy. Jakarta:CSIS

Dam,Syamsumar(2010). Politik Kelautan.Jakarta:Bumi Aksara

Faisal,Sanapiah (1990).Penelitian Kualitatif : Dasar-dasar dan Aplikasi.Malang: Yayasan Asih Asah Asuh

Hayati, Sri,Ahmad Yani(2007) . Geografi Politik. Bandung : PT. Refika Aditama

Isnawita,Syafaruddin,Usman(2009).Heboh Ambalat:Ternyata Malaysia Ingin Merebut Sumber Minyak Indonesia.Yogyakarta:Narasi

Mas’oed, Mohtar (1990). Ilmu Hubungan Internasional : Disiplin dan Metodologi. Jakarta : LP3ES.

Madu, Ludiro., Aryanta, Nugraha., &Nikolaus, Loy Fauzan (2010). Mengelola Perbatasan Indonesia di Dunia Tanpa Batas.Yogyakarta : Graha Ilmu

Moleong,Lexy.J.(1990).Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Morgenthau,Hans.,J(2006).Politik Antarbangsa.Jakarta:Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Purwanto,Wawan H (2010). Panas Dingin Hubungan Indonesia – Malaysia. Jakarta : CMB Press

Rezahsyah, Teuku (2011).17 Bom Waktu Hubungan Indonesia – Malaysia. Bandung: Humaniora – Anggota IKAPI

Ras,Abdul Rivai(2001). Konflik Laut Cina Selatan dan Ketahanan Regional Asia Pasifik Sudut Pandang Indonesia. Jakarta : PT Rendino Putra Sejati

Sodik, Didik Mohammad (2011). Hukum Laut Internasional dan Pengaturannya di Indonesia. Bandung : PT. Refika Aditama

Sukanta (2007). Konflik Tak Berujung : Mengupas Konflik dan Interdependensi Mesir – Sudan dalam Perspektif Teori Hubungan Internasional. Jakarta Selatan : TERAJU

Syeirazi,M Kholid(2009). Di Bawah Bendera Asing.Jakarta:Pustaka

Sanusi,Bachrawi (2004). Potensi Ekonomi Migas Indonesia. Jakarta: PT.Rineka Cipta

Umar,Musni(2011). Soft Power Approach Indonesia – Malaysia. Jakarta:INSED (Institute for Social Empowerment and Democracy)

Wirawan (2010).Konflik dan Manajemen Konflik:Teori,Aplikasi,dan Penelitian. Jakarta:Salemba Humanika

TESIS :

Sutrisno,Heri,”Penataan Sistem Keamana Laut Indonesia Dalam Perspektif Ketahanan Nasional,”Tesis,Jakarta:UI,2006.

WEBSITE :

Ahmad,Safwan,2009, Soal Ambalat:Menhan Malaysia akan Gunakan Jalur Diplomatik,http://www.tempo.co/read/news/2009/06/03/118179829/Soal-Ambalat-Menhan-Malaysia-Akan-Gunakan-Jalur-Diplomatik, diakses pada 28 May 2013

Antaranews,2010,Sengketa Perbatasan Diselesaikan Cepat, http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2010/09/07/123052/Sengketa-Perbatasan-Diselesaikan-Cepat, diakses pada 16 Agustus 2013

Damayanti,Ninin,2009, KSAL : Tahun 2007, Malaysia Masuk Batas Blok Ambalat 76Kali, http://www.tempo.co/read/news/2009/06/03/078179827/KSAL--Tahun-2007-Malaysia-Masuk-Batas-Blok-Ambalat-76-Kali, diakses pada 28 May 2013

Darlis,2009, Indonesia Latihan Perang:Malaysia Perbanyak Pasukan, http://www.tempo.co/read/news/2009/06/08/063180520/Indonesia-Latihan-Perang-Malaysia-Perbanyak-Pasukan, 28 May 2013

Gemilang,Mirza,2011,Hari Nusantara 2011 : Negara kepulauan diakui Dunia,http://hankam.kompasiana.com/2011/09/12/hari-nusantara-2011-negara-kepulauan-diakui-dunia-395067.html. Diakses pada 17 Maret 2013

Ima,2009, RI Peringatkan Malaysia Hormati Perundingan Ambalat, http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2133/1/100.hari.jokowi-basuki/read/xml/2009/06/06/23095467/RI.Peringatkan.Malaysia.Hormati.Perundingan.Ambalat, diakses pada 02 April 2013

Juwana,Hikmahanto,2005, Penyelesaian Damai Ambalat, http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/opac/themes/bappenas4/templateDetail.jsp?id=38814&lokasi=lokal, diakses pada 03 Agustus 2013

Kompas,2009, Daulat Ambalat Itu Harga Mati, http://regional.kompas.com/read/2009/06/03/05431824/Daulat.Ambalat.Itu.Harga.Mati, diakses pada 28 Juli 2013

Kompas,2005, Rencana Kerja Untuk Solusi Ambalat Disusun, http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/opac/themes/bappenas4/templateDetail.jsp?id=38813&lokasi=lokal, diakses pada 28 Juli 2013

Kompas,2009, Ambalat Lanjutan Alamiah Kaltim, http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0503/09/utama/1612098.htm, diakses pada 05 Agustus 2013

Kementrian Luar Negeri,2005, Pokok-Pokok Press Briefing Juru Bicara Deplu, Yuri O Thamrin pada 30 September 2005, http://www.deplu.go.id/Pages/PressBriefing.aspx?IDP=30, diakses pada 12 Agustus 2013

Kementrian Luar Negeri, Penyimpanan Naskah Perjanjian Internasional- Perbatasan, http://naskahperjanjian.kemlu.go.id/?idtreaty/section/page, diakses pada 13 Agustus 2013

Kementrian Luar Negeri,2010, Perundingan Tingkat Teknis Perbatasan Maritim RI – Malaysia ke-16, Kuantan, Malaysia 13-14 Oktober 2010, http://www.deplu.go.id/Pages/PressRelease.aspx?IDP=1011, diakses pada 17 Agustus 2013

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia, Perbatasan Maritim Indonesia, diunduh dari http://strahan.kemhan.go.id/web/produk/perbatasan.pdf, diakses pada 21 Agustus 2013

Mulyadi,Agus,2012, TNI Tambah Pasukan di Perbatasan, http://regional.kompas.com/read/2012/10/05/11411963/TNI.Tambah.Pasukan.di.Perbatasan, diakses pada 08 Juni 2013

Manan,Abdul,2005,Ambalat Tetap Bagian Wilayah Indonesia, http://www.tempo.co/read/news/2005/03/23/05558490/Ambalat-Tetap-Bagian-Wilayah-Indonesia, diakses pada 13 July 2013

Pardosi,Ishak,2013,95 Persen Migas Indonesia Dikuasai Korporasi Asing, http://gagasanriau.com/95-persen-migas-indonesia-dikuasai-korporasi-asing/, diakses pada 09 May 2013

Rochmi,Nur,2009,Sengketa Ambalat, SBY Pilih Upaya Diplomasi.,http://www.tempo.co/read/news/2009/06/01/063179075/Sengketa-Ambalat-SBY-Pilih-Upaya-Diplomasi,diakses pada 28 May 2013

Raharjo,Sandy Nur Ikhfal,2011, Pekerjaan Rumah Perbatasan Indonesia – Malaysia, http://www.politik.lipi.go.id/in/kolom/politik-internasional/526-pekerjaan-rumah-perbatasan-indonesia-malaysia.html, diakses pada 03 Agustus 2013

Subagja, Raden Terry,2009, Malaysia atas Blok Ambalat. http://radenterrysubagja.wordpress.com/category/global-issues/. Diakses pada 24 January 2013

Simanjuntak,Arnold,2009,Arif H. Oegroseno: Peta Malaysia Diprotes Banyak Negara, http://www.tempo.co/read/news/2009/06/22/063183050/Arif-H-Oegroseno-Peta-Malaysia-Diprotes-Banyak-Negara,diakses pada 10 February 2013

Suhartono,2009, Soal Ambalat Presiden Tidak Akan Kompromi, http://nasional.kompas.com/read/2009/06/02/09035638/Soal.Ambalat..Presiden.Tidak.Akan.Kompromi, diakses pada 08 Juni 2013

Suryanto,2009, Menlu : Perundingan Ambalat Capai Kemajuan, http://www.antaranews.com/berita/152210/menlu-perundingan-ambalat-capai-kemajuan, diakses pada 17 Agustus 2013

Suara Merdeka,2009,Perundingan Ambalat Alami Kemajuan, http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/08/25/35118 , diakses pada 04 Aug 2013

Tabloid Diplomasi,2009,Sikap Pemerintah Tegas Untuk Ambalat, http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/36-juni-2009/92-sikap-pemerintah-tegas-untuk-ambalat.html, diakses pada 03 Agustus 2013

Tempo Interaktif, 2010. Bahas Perbatasan, Malaysia –Indonesia Bertemu di New York”,http://www.tempo.co/read/news/2010/09/28/078281012/Bahas-Perbatasan-Malaysia---Indonesia-Bertemu-di-New-York, diakses pada 17 Agustus 2013

Tabloid Diplomasi,2013,Permasalahan di Perbatasan RI, http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/183-diplomasi-februari-2013/1598-permasalahan-di-perbatasan-ri.html, diakses pada 17 Agustus 2013

Wibisono,SG.,2009, Tujuh Kapal Perang Terus Pantau Ambalat, http://www.tempo.co/read/news/2009/08/04/078190604/Tujuh-Kapal-Perang-Terus-Pantau-Ambalat, diakses pada 08 Juni 2013




DOI: https://doi.org/10.52447/gij.v3i1.1615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Editorial Office of Global Insight Journal:

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Gedung UTA'45 Jakarta Lantai 5

Jl. Sunter Permai Raya, Jakarta 14350