LATAR BELAKANG INDONESIA MENERIMA PENGUNGSI ROHINGYA PADA TAHUN 2015 (ANALISA KONSTRUKTIVIS)

Lay Yang Moy, Ardli Johan Kusuma

Abstract


ABSTRACT

Prolonged military conflict between the government of Myanmar and Rohingya ethnicity has affected to the neighboring countries, particularly Southeast Asia. Indonesia is one of those affected by exodus of Rohingya ethnicity refugees to Southeast Asia in May 2015. Boats of the refugee exodus tottering in the middle of the sea after left by people smuggler were finally stranded in the Strait of Malacca. The coming of the refugees was rejected by three countries including Indonesia, Malaysia, and Thailand. The Army increased their surveillance and dispelled the boats from entering to sovereignty territory of the Republic of Indonesia, however, the community of Aceh who uphold the Human Right values, felt a pity with condition of the refugees and immediately gave a help and bought them to the land. After were criticized by local and international people due to their refusal to the refugees from Myanmar, finally the three countries made a consultation meeting. Indonesia and Malaysia stated to welcome the refugees of Rohingya ethnicity for one year.

This research was aimed at analyzing change of Indonesian stance toward the coming of Rohingya ethnicity refugees from Myanmar in the middle of May 2015. The change of Indonesian stance from rejecting the coming of Rohingya ethnicity with many reasons to accept them for a year was the main problem of study in this research. The problem was analyzed by using qualitative descriptive method with constructivism paradigm as the argument basis and was strengthen by concept of refugees and Human Right values (HAM).

Based on the finding of this research, it is concluded that the change of Indonesian stance from refusing to be accepting the Rohingya ethnicity refugees was due to insistence of local and international people as well as Indonesian identity as a country upholding Human Right values.

Keyword: Indonesia, refugees, Rohingya ethnicity, Human Right values.

 

 

ABSTRAK

Kehadiran gelombang pengungsi etnis Rohingya yang mencari suaka ke wilayah Asia Tenggara, menimbulkan polemik. Kapal-kapal eksodus para pengungsi etnis Rohingya yang terombang-ambing di tengah laut setelah ditinggalkan oleh para penyelundup manusia, terdampar di perairan dekat Selat Malaka. Kehadiran para pengungsi tersebut ditolak oleh tiga negara : Indonesia, Malaysia dan Thailand. TNI meningkatkan pengawasan dan menghalau kapal-kapal para pengungsi yang memasuki wilayah kedaulatan RI, namun masyarakat Aceh merasa iba melihat kondisi para pengungsi dan segera membawa para pengungsi ke darat. Setelah mendapat kecaman dari lokal dan internasional karena menolak para pengungsi asal Myanmar tersebut, akhirnya Indonesia dan Malaysia menyatakan bersedia menampung para pengungsi asal Rohingya selama satu tahun.

Penelitian ini menelaah perubahan sikap Indonesia yang semula menolak dengan berbagai alasan, akhirnya bersedia menampung para pengungsi etnis Rohingya selama satu tahun. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan paradigma konstruktivisme sebagai dasar argumen dan diperkuat dengan konsep pengungsi (refugees).

Berdasarkan  temuan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa perubahan sikap Indonesia yang akhirnya bersedia menerima para pengungsi etnis Rohingya dikarenakan identitas Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi norma HAM.

Kata Kunci : Indonesia, pengungsi, etnis Rohingya, identitas, norma HAM.


Full Text:

PDF () PDF

References


After long ordeal at sea, Rohingya find humanity in Indonesia. http://www.unhcr.org/ 5559efb36.html.

Aljazeera. Report Documents’ Rohingya Persecution’ (daring). http://Aljazeera. com/news/asia-pacific/2013/04/2013421135240814468.html.

B. Brady.’Burma’s Rohingya Muslims Targeted by Buddhist Mob Violence’,The Daily Beast (daring). http://thedailybeat.com/articles/2013/06/27/burma-s-rohingya-muslims-targeted-by-buddhist-mob-violence.html.

Di Selat Malaka, Masih 8000-an Pengungsi Masih Terkatung katung. http://www.teropong senayan.com/10725-di-selat-malaka-masih-8000-an-pengungsi-masih-terkatung katung/.

DPR: Demi Kemanusiaan, Selamatkan Bangsa Rohingya!. http://www.teropong- senayan.com/ 10223-dpr-demi-kemanusiaan-selamatkan-bangsa-rohingya.

Griffiths, Martin . Martin Steven C. Roach. dan M. Scott Solomon. (2009). “Fifty Key Thinkers in International Relations Second Edition” (2nd ed). New York: Routledge.

Indonesia Diimbau Tandatangani Konvensi Pengungsi PBB. http://www.cnn indonesia.com /internsional/20150616195234-106-60423/indonesia-diimbau-tandatangani-konvensi-pengungsi-pbb/.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1995). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balai Pustaka.

Kedatangan 1.346 pengungsi Rohingya, pemerintah percepat resettlement. http://www. rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/bahasa/93694-kedatangan-pengungsi-rohingya-pemerintah-percepat-resettlement.

Malaysia dan Indonesia Setuju Tampung Pengungsi Rohingya. http://www.dw.com/id/ malaysia-dan-indonesia-setuju-tampung-pengungsi-rohingya/a-18462889/.

Malaysia Tolak Imigran Rohingya Kecuali Kapal Mereka Karam. http://internasional. Metrotvnews.com/read/2015/05/13/125452/malaysia-tolak-imigran-rohingya-kecuali-kapal mereka-karam.

Melihat Ganasnya Jalur Pelarian Pengungsi Rohingya. http://blog.act.id/melihat-ganasnya-jalur-pelarian-pengungsi-rohingya/.

Menteri Retno Bantah Indonesia Tolak Pengungsi Rohingya. http://dunia.Tempo.co/read/ news/2015/05/18/118667216/menteri-retno-bantah-indonesia-tolak-pengungsi-rohingya.

Pemerintah Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya. http://nasional.tempo.co/read/news/ 2015/05/19/058667533/pemerintah-akan-pulangkan-pengungsi-rohingya.

Pemerintah gelontorkan Rp2,3 miliar bantu pengungsi Rohingnya. http://www. antaranews.com/berita/498062/pemerintah-gelontorkan-rp23-miliar-bantu-pengungsi rohingnya.

Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya Arakan (PIARA) PAHAM Indonesia. “ Rohingya,101 Data dan Fakta”. http://indonesia4rohingya.net/about/

Rohingya antar solidaritas ASEAN dan kemanusiaan. http://www.kemlu.go.id/Majalah/ ASEAN%20Edisi8-All.pdf.

Romsan, Achmad dkk. (2003). Pengantar Hukum Pengungsi Internasional. Bandung: Sanic Offset

Rosyidin, M. (2011, Januari-Juni) ‘Kebijakan Cina dalam Krisis Semenanjung Korea: Perspektif Konstruktivis,’. Global & Strategis. 6, (1).

TNI masih tolak kapal Rohingya, Panglima Aceh serukan penyelamatan. http://www.Ar- rahmah.com/news/2015/05/18/tni-masih-tolak-kapal-rohingya-panglima-aceh-serukan penyelamatan.html.

UNHCR di Indonesia. http://www.unhcr.or.id/id/tentang-unhcr.

UNHCR. http://www.unhcr.org/pages/49c3646c2.html

UNHCR: Jumlah Pengungsi di Indonesia Meningkat. http://www.cnnindonesia.com/nasio-nal/20150728204221-20-68699/unhcr-jumlah-pengungsi-di-indonesia meningkat/.

Wapres: TNI Tidak Boleh Lagi Tolak Pengungsi Rohingya, http://nasional.kompas.com/ read/2015/05/20/17114371/Wapres.TNI.Tidak.Boleh.Lagi.Tolak.Pengungsi.Rohingya.

Wendt, Alexander. (1992, Spring). Anarchy is What State Make of It: The Social Constructruction of Power Politics. International Organization. 46, (2).

Wendt, Alexander. (1999). Social Theory of International Politics. United Kingdom: Cambridge.

What is a refugee. http://www.unhcr.or.id/id/siapa-yang-kami-bantu/pengungsi.




DOI: https://doi.org/10.52447/gij.v1i1.755

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Editorial Office of Global Insight Journal:

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Gedung UTA'45 Jakarta Lantai 5

Jl. Sunter Permai Raya, Jakarta 14350