PEMANTAUN TERAPI OBAT PADA PASIEN DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) GRADE I DI RUMAH SAKIT X

arinta agil fransiska

Abstract


Dengue haemorrhagic fever (DHF grade 1)  merupakan salah satu  infeksi virus dengue. Virus dengue  masuk ke dalam  sistem peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk yang memiliki genus Aides. Vektor utama penyakit demam berdarah adalah nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Manifestasi klinis demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama  2-7 hari disertai gejala pendarahan dengan atau tanpa syok, disertai trombositopenia dan peningkatan hematokrit. Telah dilaporkan anak laki-laki usia 15 tahun menderita demam berdarah (DHF grade I). Pasien dirawat dengan riwayat demam tinggi berulang, mual dan muntah. Dari pemeriksaan fisik pasien  mengeluh  mual, demam, pusing dan muntah. Tatalaksana pasien dengan pemberian ringer laktat, ondancetron, paracetamol, ranitidin, mikrolax.

Keywords


dengue haemorrhagic fever; pemantauan terapi obat; efek samping obat

References


Depkes RI. 2005. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta : Dirjen PP & PL

Kemenkes Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ; 2014

WHO, Regional Office for South East Asia (2011). Comprehensive Guideline for Prevention and Control of Dengue and dengue Haemorrhagic Fever: Revised and expanded edition. SEARO Technical Publication Series No. 60. India

Murwani, 2011. Perawatan Pasien Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi I. Yogyakarta.

Tatro, D.S. 2003. A to Z Fact. San Fransisco : Facts and Comparison

Kemenkes Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017

IONI. (2008). Informatorium Obat Nasional Indonesia, Cetakan Pertama. Jakarta: BPOM RI, KOPERPOM dan CV Sagung Seto

Medical mini notes. 2017. Basic pharmacology and drug notes.




DOI: https://doi.org/10.52447/scpij.v5i1.2053

Refbacks

  • There are currently no refbacks.