PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN MENINGITIS TUBERKULOSIS, BRONKOPNEUMONIA, DAN SEPSIS DI RUANG INTENSIF CORONARY CARE UNIT RUMAH SAKIT X

Lydia Margaretha Manalu, Ulvi Nur Rista

Abstract


Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Gejala utama TBC adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih yang tidak jelas penyebabnya. Meningitis tuberkulosis merupakan peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosa. Penyakit ini merupakan salah satu bentuk komplikasi yang sering muncul pada penyakit paru . Bronkopneumonia  merupakan suatu kombinasi dari penyebaran pneumonia lobular atau adanya infiltrat pada sebagian area pada kedua lapangan atau bidang paru dan sekitar bronchi . Sepsis adalah kondisi dimana bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dengan kondisi infeksi yang sangat berat, bisa menyebabkan organ-organ tubuh gagal berfungsi dan berujung pada kematian . Drug Related Problem (DRP) pada pasien ini adalah pemberian dosis obat yang tidak tepat.

 


Keywords


Meningitis TB; Bronkopneuomonia; Sepsis

References


Depkes RI, Ditjen PP dan PL. Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia . 2010.

William F. Evidence-Based Pediatrics, Pneumonia and Bronchiolitis. Canada: University of Toronto. 2000.

Singer M, Deutschman CS, Seymour CW, Hari MS, Annane D, Bauer M, et al. 2016. The Third International Concensus Definitions For Sepsis and Septic Shock (sepsis-3). JAMA. 2016 ; 315 (8): 801-10.

PDPI. Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksana di Indonesia. Indah Offset Citra Grafika. Jakarta. 2011.

Eighth Joint National Commite (JNC8). Evidence-Based Guideline for The Management of High Blood Pressure in Adults. JAMA. 2014.




DOI: https://doi.org/10.52447/scpij.v5i2.3744

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright Pusat Penelitian Fakultas Farmasi

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Online ISSN : 2502-8413

 

Pengunjung