Desain Kincir Air Sederhana Untuk Pembangkit Listrik Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jawa Barat

Didit Sumardiyanto, M. Fajri Hidayat

Abstract


Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Sipayung adalah energi listrik terutama untuk rumah tinggal di pedesaan karena terbatasnya jangkauan listrik dari PLN yang dikarenakan sarana infrastruktur yang kurang memadai dan besarnya biaya investasi, selain itu subsidi BBM dari pemerintah untuk pembangkit listrik dihapus dan berkurangnya subsidi untuk PLN. Salah satu potensi tersebut adalah energi air yang dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air. Berkaitan dengan hal tersebut perlu diberikan pelatihan tentang cara menghasilkan listrik dari tenaga air. Diharapkan pelatihan ini memberikan pemahaman kepada warga masyarakat Desa Sipayung Kabupaten Bogor agar nantinya dapat mendisain dan menciptakan sebuah pembangkit listrik sederhana tenaga air dengan efesiensi yang baik sehingga bisa dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat dan mewujudkan program pemerintah untuk percepatan pemanfaatan energy terbarukan. Pembangkit listrik tenaga air prinsipnya adalah mengubah energi air menjadi energy listrik dengan menggunakan kincir air atau turbin air. Cara kerjanya cukup sederhana yaitu putaran turbin yang disebabkan oleh air diteruskan ke generator kemudian menghasilkan arus listrik DC yang bisa disimpan di dalam akumulator/accu. Akan tetapi biasanya peralatan di rumah menggunakan arus AC. Oleh karena itu harus diubah dengan menggunakan inventer sehingga menjadi arus AC. Energi listri yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk lampu, seterika, memasak, penggerak mesin jahit, dan lain-lain.

Kata Kunci: Penyuluhan, Kincir air, Energi Listrik Terbarukan

ABSTRACT

The problem that exists in the community of Sipayung Village is electricity, especially for rural dwellings due to limited electricity coverage from PLN due to inadequate infrastructure facilities and the large investment costs, in addition to fuel subsidies from the government for power generation removed and reduced subsidies for PLN. It is therefore necessary to understand that there is still potential that can be explored to produce electricity, so that villagers can generate electricity independently. In this regard training needs to be given on how to produce electricity from hydropower. This independent power plant is expected to reduce electricity costs from PLN. It is hoped that this training will provide an understanding to the citizens of Sipayung Village, Bogor Regency so that they can later design and create a simple hydroelectric power plant with good efficiency so that it can be utilized for community life and realize government programs to accelerate the use of renewable energy. The principle of hydroelectric power plants is to convert water energy into electricity by using waterwheels or water turbines. The way it works is quite simple namely the turbine rotation caused by water is passed on to the generator and then produces a DC electric current that can be stored in the accumulator / battery. But usually the equipment at home uses AC current. Therefore it must be changed by using an inventer so that it becomes an AC current. The electricity produced can be utilized for lights, ironing, cooking, driving sewing machines, and others.

Keywords: Extension, Waterwheel, Renewable Electric Energy


Full Text:

PDF

References


Juwito, A. F., Pramonohadi, S., & Haryono, T. (2015). Optimalisasi Energi Terbarukan Pada Pembangkit Tenaga Listrik Dalam Menghadapi Desa Mandiri Energi Di Margajaya. Semesta Teknika, 15(1).

Sahri, Ahmad, 2006. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro Dengan Menggunakan Penggerak Kincir Air, Yogyakarta.

Syahputra, R. (2016). Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik. LP3M UMY, Yogyakarta, 249-256.

Wibowo. W, 2002. Kincir Air Pembangkit Listrik, Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma.

Zahri, M.2007, Pengaruh Tinngi Sudu Kincir Air Terhadap Daya dan Efisiensi yang dihasilkan, Indralaya, Universitas Sriwijaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta


Pengunjung