Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Analisis Rasio Keuangan dan Metode Economic Value Added (EVA) (Studi pada PT. HM Sampoerna, Tbk dan Anak Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2010)

Evaria Novita Simanjuntak

Abstract


Penilaian kinerja keuangan perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik analisis laporan keuangan, diantaranya adalah analisis rasio keuangan dan metode Economic Value Added (EVA). Penilaian kinerja keuangan perusahaan hanya dengan analisis rasio keuangan saja membuat pihak manajemen merasa belum cukup untuk menilai apakah telah terjadi nilai tambah secara ekonomis dalam perusahaan dan para pemegang saham (investor) juga belum yakin apakah modal yang ditanamkan dapat memberikan tingkat hasil yang diharapkan di masa yang akan datang, dengan demikian untuk mengetahui penilaian kinerja secara keseluruhan maka perlu diterapkan metode Economic Value Added (EVA). Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan PT. HM Sampoerna, Tbk jika diukur dengan analisis rasio keuangan dan metode Economic Value Added (EVA) pada periode 2008-2010. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. HM Sampoerna, Tbk jika diukur dengan analisis rasio keuangan dan metode Economic Value Added (EVA) pada periode 2008-2010.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Pojok Bursa Efek Indonesia yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Kinerja keuangan PT. HM Sampoerna, Tbk selama periode 2008-2010 dilihat dari perhitungan rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas telah menunjukkan angka yang baik walaupun pada beberapa rasio masih menunjukkan keadaan yang berfluktuatif. Kinerja keuangan PT. HM Sampoerna, Tbk berdasarkan nilai rasio likuiditas menunjukkan nilai yang kurang baik, yakni current ratio dan quick ratio memiliki nilai yang terlalu rendah dari standar pedoman yang telah ada. Secara keseluruhan EVA PT. HM Sampoerna selama tahun 2008-2010 menunjukkan nilai yang positif.

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa rendahnya nilai rasio likuiditas disebabkan karena dua hal, yaitu tingginya hutang lancar perusahaan dan persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai EVA yang positif menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil menciptakan nilai (value creator) bagi pemilik modal perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan dikatakan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka perusahaan sebaiknya tidak hanya menggunakan analisis rasio untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga menerapkan metode Economic Value Added (EVA) sebagai pendukung analisis rasio keuangan.

 


Keywords


Economic Value Added, likuiditas, leverage, aktivitas, profitabilitas

Full Text:

PDF

References


(1.) Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(2.) Munawir, S. 2002. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara.

(3.) Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

(4.) Syamsuddin, Lukman. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam: Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Jakarta: Rajawali Pers.

(5.) Young, S. David dan Stephen O’Byrne. 2001. EVA dan Manajemen Berdasarkan Nilai: Panduan Praktis Untuk Implementasi. Diterjemahkan oleh Lusy Widjaja. Jakarta: Salemba Empat

(6.) “Sejarah PT.HM Sampoerna, Tbk”, diakses pada Tanggal 10 Oktober 2011 dari http://www.sampoerna.com.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.