PENGARUH ARUS TERHADAP KENYAMANAN WELDER, CACAT LAS DAN KEKERASAN HASIL HARDFACING BAJA KARBON

Sopiyan Sopiyan, Ferry Budhi Susetyo, Syamsuir Syamsuir

Abstract


Abstrak

Semakin tinggi arus, maka akan semakin tinggi nilai kekerasan, namun bagaimana dengan kenyamanan dari welder itu sendiri serta bagaimana cacat yang terjadi. Umumnya arus tinggi akan menyebabkan cacat undercut maupun spatter. Sehingga perlu dilakukan penelitian ini supaya ditemukan hasil hardfacing dan parameter yang optimum. Proses penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-September 2018. Lokasi pengelasan, pembuatan spesimen serta uji kekerasan di laboratorium yang ada di Rumpun Teknik Mesin FT Universitas Negeri Jakarta. Dari tiga variasi arus pengelasan yang digunakan, tidak semua arus cocok digunakan untuk mengelas material dengan dimensi tersebut, ada korelasi arus terhadap ketebalan dari material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen dengan arus 130A merupakan arus yang cocok digunakan untuk pengelasan hardfacing.

 Kata kunci : hardfacing, SMAW,  kekerasan, kenyamanan

 

Abstract

Increase the current on welding process will affected value of the weld speciment hardness , but howe about comfort of the welder itself and how defects occur on weld speciment. Commonly high currents will cause  undercut or spatter defects. So it is necessary to do this research to find the optimum hardfacing result  and parameters of welding process. The research process was carried out in April-September 2018. The location of welding, specimen making and hardness testing in the laboratory in the Mechanical Engineering Faculty of Engineering Universitas Negeri Jakarta. The results showed that specimens with 130A current were optimum currents used for hardfacing.

 Keywords: hardfacing, SMAW, hardness, comfort


Full Text:

PDF

References


Chang, C. M., Chen, Y. C., & Wu, W. (2010). Microstructural and abrasive characteristics of high carbon Fe–Cr–C hardfacing alloy. Tribology international, 43(5-6), 929-934.

Chotěborský, R., Hrabě, P., Müller, M., Savková, J., & Jirka, M. (2008). Abrasive wear of high chromium Fe-Cr-C hardfacing alloys. Research in Agricultural Engineering, 54(4), 192-198.

Fatoni, Z. (2016). Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Sifat Kekerasan Baja Paduan Rendah Untuk Bahan Pisau Penyayat Batang Karet. Jurnal Desiminasi Teknologi, 4(1).

Iqbal, M. (2008). Pengaruh Temperatur Terhadap Sifat Mekanis Pada Proses Pengkarbonan Padat Baja Karbon Rendah. SMARTek, 6(2).

Okumura, T., & Wiryosumarto, H. (1996). Teknologi Pengelasan Logam. Pradya Paramita. Jakarta.

Pramono, A. (2011). Karakterisrik Mekanik Proses Hardening Baja Aisi 1045 Media Quenching Untuk Aplikasi Sprochet Rantai. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CakraM Vol, 5(1), 32-38.

Rahayu, S., Setiawan, N., Virdhian, S., & Suhendi, E. (2017). Pengaruh Proses Powder Nitriding Terhadap Perubahan Kekerasan Dan Tebal Lapisan Difusi Pada Pahat Bubut High Speed Steel. Metal Indonesia, 39(1), 20-26.

Sapate, S. G., & Rao, A. R. (2004). Effect of carbide volume fraction on erosive wear behaviour of hardfacing cast irons. Wear, 256(7-8), 774-786.

Soleh, A. A., Purwanto, H., & Syafa’at, I. (2017). Analisa Pengaruh Kuat Arus Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan, Kekuatan Tarik Pada Baja Karbon Rendah Dengan Las Smaw Menggunakan Jenis Elektroda E7016. Cendekia Eksata, 1(2).

Su, Y. L., & Chen, K. Y. (1997). The influence of niobium, chromium, molybdenum and carbon on the sliding wear behavior of nickel-base hardfacing alloys. Wear, 209(1-2), 160-170.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.