KONSEP PERANCANGAN KUALITAS SISTEM TRANSMISI CONVEYOR

Erwin Erwin

Abstract


Pada kondisi perekonomian seperti sekarang ini, jenis industri kecil merupakan industri yang paling memungkinkan untuk dapat berjalan dan bertahan untuk terus berproduksi mengingat banyak industri yang terpuruk akibat dari krisis ekonomi global sehingga banyak terjadinya pemutusan hubungan kerja. Untuk itu perlu dipikirkan suatu konsep perancangan yang berkualitas untuk dapat mendukung industri kecil. Konsep perancangan kualitas sistem transmisi conveyor merupakan kombinasi dari hasil tahapan konsep perancangan sistem transmisi conveyor dengan konsep kualitas, yang mana di era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh terhadap kualitas. Perhatian penuh terhadap kualitas akan memberikan dampak positif kepada bisnis melalui dua metode, yaitu dampak terhadap biaya produksi dan dampak terhadap pendapatan. Metode yang di gunakan dalam perancangan konsep kualitas sistem transmisi conveyor adalah Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) yang dapat mengidentifikasikan resiko sehingga sumber daya dapat dialokasikan untuk mengurangi atau menghilangkan kegagalan.

Kata kunci : Konsep perancangan, kualitas dan sistem transmisi conveyor

Full Text:

PDF

References


Agustine A. Stagliano, “Rath & Strong’s Six Sigma Advance Tools Pocket Guide, McGraw Hill, 2004.

Pande, Neuman, Cavanagh, The Six Sigma Way : How GE, Motorola, and Other Top companies are Honing Their performance, McGraw Hill, New York, 2000.

Rao et al, Total Quality Management: A Cross Functional Perpective, Jhon Wiley & Sons, Inc., Canada, 1996.

Rath & Strong, Six Sigma Pocket Guide, Rath & Strong, Massachusetts, 2000.

G. Pahl and W. Beitz, Engineering Design, Second Edition, Springer, London, 1996

Vincent Gaspersz, Total Quality Management, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001


Refbacks

  • There are currently no refbacks.