PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN SEBAGAI PENGINGAT TERHADAP MANAJEMEN RISIKO PENONAKTIFAN BPJS KESEHATANAKIBAT TUNGGAKAN IURAN PESERTA MANDIRI
Abstract
ABSTRAK
BPJS Kesehatan merupakan badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk seluruh masyarakat Indonesia. Namun, tingginya angka penonaktifan kepesertaan terutama dari segmen peserta mandiri akibat tunggakan iuran masih menjadi persoalan serius dalam keberlanjutan layanan. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya kepatuhan pembayaran yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang rendah mengenai manfaat BPJS, kesulitan finansial untuk membayar iuran, ketidakmampuan dalam mengakses informasi atau saluran pembayaran, faktor lupa dan kurangnya sistem pengingat. Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN dengan fitur pengingat pembayaran iuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Mobile JKN sebagai pengingat terhadap manajemen risiko penonaktifan BPJS Kesehatan akibat tunggakan iuran peserta mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-asosiatif. Sampel sebanyak 30 responden dipilih secara purposive dari peserta mandiri BPJS Kesehatan Kabupaten Tegal yang menggunakan aplikasi Mobile JKN. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan aplikasi Mobile JKN terhadap manajemen risiko penonaktifan layanan. Kesimpulannya, aplikasi Mobile JKN merupakan alat efektif dalam upaya mitigasi risiko penonaktifan layanan bagi peserta mandiri.
Kata kunci: Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan, Manajemen Risiko, Penonaktifan Layanan
ABSTRACT
BPJS Kesehatan is a public body that administers the National Health Insurance (JKN) program for all Indonesians. However, the high rate of membership deactivation, especially among independent participants due to contribution arrears, remains a serious problem in service sustainability. One of the main causes is low payment compliance influenced by a low level of knowledge about BPJS benefits, financial difficulties in paying contributions, inability to access information or payment channels, forgetfulness, and a lack of a reminder system. To address these challenges, BPJS Kesehatan launched the Mobile JKN application with a contribution payment reminder feature. This study aims to analyze the effect of using the Mobile JKN application as a reminder on the risk management of BPJS Kesehatan deactivation due to contribution arrears for independent participants. The research method used is quantitative with a descriptive-associative approach. A sample of 30 respondents was purposively selected from independent BPJS Kesehatan participants in Tegal Regency who use the Mobile JKN application. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed with a simple linear regression test using SPSS. The results showed a positive and significant influence between the use of the Mobile JKN application on service deactivation risk management. In conclusion, the Mobile JKN application is an effective tool in mitigating the risk of service deactivation for independent participants.
Keywords: Mobile JKN Application, BPJS Kesehatan, Risk Management, Service Deactivation
Full Text:
PDFReferences
Adi Pamungkas, A., Puspo Priyadi, B., & Rina Herawati, A. (2022). Analisis Efektivitas Pengguna Program Mobile Jaminan.
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Dharma Wiasa, N., Kp, S., & Kes, M. (n.d.). Jaminan Kesehatan Nasional Yang Berkeadilan Menuju Kesejahteraan Sosial.
GoodStats. (2024). Sebanyak 15,3 Juta Penduduk Tercatat Menunggak Iuran BPJS.
Hakim, A. U., Rustanto, A. E., Bratakusumah, D. S., & Sutawijaya, A. H. (2024). Analisis efektivitas penggunaan aplikasi mobile jkn sebagai bagian pelayanan publik pada bpjs kesehatan di kota bekasi. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2), 1087–1095.
Hariyanti, F., & Cholifah, C. (2024). Reducing Pending BPJS Claims Through Risk Management. Academia Open, 9(1). https://doi.org/10.21070/acopen.9.2024.6771
Info hukum 01. (2025, February 17). BPJS Kesehatan Menunggak? Info Hukum.
Metrotvnews. (2024). Total Tunggakan Iuran Peserta BPJS Kesehatan Capai Rp21 Triliun. https://www.metrotvnews.com/read/bw6Cg7v7-total-tunggakan-iuran-peserta-bpjs-kesehatan-capai-rp21-triliun
Paramitha, L., Halmi Qur-Ani, O., Purba, H., Studi, P., Kesehatan, I., Negeri, I., Utara, S., & Id, S. A. (2025). Analisis Aplikasi Mobile Jkn Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan : Literature Review. In Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra (Vol. 5, Issue 1).
Sihotang, F. D. (2023). Efektivitas Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Meningkatkan Pelayanan BPJS KEsehatan Di Rumah Sakit Tandun Nusa Lima Medika. Uma.Ac.Id, 1–3, 11.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Alfabeta, Ed.).
Suhadi, S. (2022). Dampak Penggunaan Aplikasi Mobile Jkn Terhadap Pelayanan Bpjs. Jurnal Kesehatan, 15(1), 11–23. https://doi.org/10.23917/jk.v15i1.15977
Tempo. (2025). kelas1,2 dan 3 diganti kris segini iuran bpjs kesehatan per januari 2025. https://www.tempo.co/ekonomi/kelas-1-2-dan-3-diganti-kris-segini-iuran-bpjs-kesehatan-per-januari-2025--1190478
Yani, H. V. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Membayar Iuran Bulanan Bpjs Kesehatan Peserta Mandiri Pada Sektor Informal Di Kota Jambi.
DOI: https://doi.org/10.52447/mmj.v13i2.9142
Refbacks
- There are currently no refbacks.





