Edukasi Pengobatan Swamedika Batuk Pilek dan Demam

Praysi Kapahang, Diana Laila Ramatillah

Abstract


ABSTRAK

Batuk, Pilek dan Demam merupakan suatu tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau bakteri yang berada di dalam tubuh. Influenza adalah infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus influenza, dan menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Virus ini beredar di seluruh dunia dan dapat mempengaruhi orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan edukasi mengenai batuk pilek demam beserta pengobatannya baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Tempat dan waktu penyuluhan ini dilakukan pada hari Selasa, 14 Mei 2024 pada pukul 13:00- 15:00 WIB. Sasaran utama penyuluhan ini adalah siswa/i SMA N 15 Jakarta dengan target peserta sebanyak 28 orang. Metode pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pemaparan materi secara langsung melalui powerpoint. Indikator keberhasilan diukur menggunakan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan dengan hasil yang ditunjukkan oleh tabel 1 dan tabel 2 terlihat bahwa peserta penyuluhan telah mampu menerima dan memahami informasi serta pengetahuan dengan baik setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ini yang mana ditunjukkan oleh peningkatan presentasi paling tinggi dari 60% menjadi 80%. Hasil tersebut dilakukan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0.000 (p < 0,05) terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan intervensi dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang Batuk Pilek Demam. Penyuluhan ini memberikan implikasi positif bagi upaya edukasi dan promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam melakukan swamedikasi yang aman dan efektif.

Kata Kunci: Influenza, Antipiretik, Swamedika

 

ABSTRACT

Cough, runny nose and fever are a sign that the body is fighting an infection or bacteria in the body. Influenza is an acute viral infection caused by the influenza virus, and spreads easily from person to person. The virus circulates worldwide and can affect people regardless of age and gender. This counseling is conducted to provide understanding and education about cough and cold fever and its treatment both pharmacologically and non-pharmacologically. The place and time of this counseling was conducted on Tuesday, May 14, 2024 at 13:00-15:00 WIB. The main target of this counseling is SMA N 15 Jakarta students with a target audience of 28 participants. This service method is carried out in the form of direct presentation of material through powerpoint. Indicators of success are measured using a comparison of pre-test and post-test scores. Based on the results of the pre-test and post-test conducted with the results shown in table 1 and table 2, it can be seen that the counseling participants have been able to receive and understand information and knowledge well after this counseling activity which is indicated by the highest increase in presentation from 60% to 80%. The results were subjected to statistical testing using the Wilcoxon test with a p value = 0.000 (p < 0.05) there was a significant difference between before and after education. This shows that overall the intervention can be said to be successful in increasing students' understanding of Cough Cold Fever. This counseling has positive implications for health education and promotion efforts in increasing students' awareness and skills in safe and effective self-medication.

Keywords: Influenza, Antipyretic, self-medication


Keywords


Influenza, Antipiretik, Swamedikasi

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aditama, T.Y. 2003. Patofisiologi batuk. Cermin Dunia Kedokteran Indonesia. No. 84. Hal. 5 – 7.

Aronoff, D. M., & Neilson, E. G. 2001. Antipyretics: Mechanisms of action and clinical use in fever suppression. The American Journal of Medicine, 111, 304-315.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pedoman swamedikasi. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Kurniawati, Darini., Charmelya, Estyvania Nur., Tangkas, Hansel Hens., Panjaitan, Pungky Angeliana Putri. 2022. Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Batuk Pilek Mahasiswa Farmasi Angkatan 2019 Universitas Sari Mulia dengan Metode TPB. FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi Vol. 3 No. 2.

Kristianingsih, Ani., Sagita, Yona Desni., dan Suryaningsih., 2019. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Demam Dengan Penanganan Demam Pada Bayi 0-12 Bulan Di Desa Datarajan Wilayah Kerja Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus Tahun 2018. Midwifery Journal. FIK UM Mataram. Vol.4 No.1 Hal.26-31.

Kristina, S. A., Prabandari, Y. S., & Sudjaswadi, R. (2007). Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat Kota Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 23(4), 176-183.

Lengga, Vivop Marti., Sulastri, Meti., Rahmawati, Ai., Marliana, Lia., Rachadi, Gilang Fajar., Hidayatullah, Ana Ikshsan., dan Ramadhan, Deni Candra. 2023. Edukasi Terapi Non-Farmakologi Saat Anak Demam, Batuk, Dan Pilek Ditengah Kekhawatiran Terjadinya Gagal Ginjal Akut Pada Anakdi Puskesmas Cibolerang Kota Bandung. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Vol.6 No.3 Hal.920-928.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (4th ed). Jakarta : Salemba Medika. Potter & Perry. (2010). Fundamental Of Nursing edisi 7. Jakarta : Salemba medika.

Sari, R. P., & Nawi, S. (2017). Pengaruh edukasi dan konseling terhadap pengetahuan dan keterampilan swamedikasi batuk di Apotek Kota Medan. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 4(1), 37-43.

Spickler, A.R., 2009. Influenza. The Center for Food Security and Public Health

Wardiyah, A., Setiawati, & Romayati, U. (2016). Perbandingan Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Dan Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Yang Mengalami Demam Di Ruang Alamanda Rsud Dr . H . Abdul Moeloek. Jurnal Kesehatan Holistik, 10(1), 36–44.

Widayati, A. (2015). Studi evaluasi penggunaan obat swamedikasi batuk di tiga apotek Kota Semarang.

Majalah Farmaseutik, 11(1), 335-342.

Woo, Teri., 2020. Pharmacology of Cough and Cold Medicines. Journal of Pediatric Health Care. Vol.22 No.22

World Health Organization (WHO), 2009, Who Guidelines On Hand. Hygiene In Health Care, Switzerland: WHO Press.




DOI: https://doi.org/10.52447/berdikari.v7i1.7598

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta


Pengunjung