ANALISA KONDISI BANTALAN GELINDING DENGAN METODE PENGUKURAN GETARAN DAN SHOCK PULSE

Sri Endah Susilowati

Abstract


Bantalan merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam
suatu mesin rotasi.Ini berarti bahwa bantalan adalah komponen yang kritis agar suatu mesin dapat
beroperasi.Namun demikian, ada kalanya bantalan rusak sebelum mencapai umur rancangannya. Kerusakan
ini dapat disebabkan oleh suaian yang kurang baik, pelumasan yang jelek, beban yang berlebih, ataupun
kondisi operasi lain yang tidak ideal terhadap bantalan.
Pada penelitian ini dilakukan analisa karakteristik bantalan gelinding baru dan cacat yang bekerja
pada beban dan kecepatan putar mesin yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik nilai
getaran dan shock pulse bantalan gelinding pada kondisi bantalan gelinding baru dan cacat.
Berdasarkan hasil pengujian pada kedua bantalan uji, diperoleh bahwa nilai shock pulse memiliki
keterulangan dan histerisis yang lebih baik dibandingkan nilai getaran.Nilai shock pulse dan temperatur
meningkat seiring dengan kenaikan kecepatan putar ataupun beban.Seiring dengan peningkatan kerusakan
yang terjadi, nilai dBm, LR, dan HR cenderung meningkat.Nilai dBc bantalan rusak lebih rendah dari
bantalan aus pada kecepatan di bawah 1000 RPM, sedangkan pada kecepatan putar di atas 1000 RPM, nilai
dBc bantalan rusak lebih tinggi dari bantalan aus.Selain itu, nilai dBm-dBc dan LR-HR untuk bantalan baru
dan bantalan aus tidak memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi pada bantalan rusak, nilai dBm-dBc dan
LR-HR memiliki peningkatan yang cukup signifikan.Nilai getaran tidak menunjukkan kecenderungan yang
konsisten seiring dengan peningkatan kerusakan.Spektrum shock pulse bantalan aus menunjukkan
karakteristik kelonggaran mekanik, sedangkan spektrum shock pulse bantalan rusak menunjukkan
karakteristik kerusakan lintasan luar bantalan.Spektrum getaran pada bantalan aus dan rusak menunjukkan
menunjukkan karakteristik kerusakan lintasan luar bantalan.


Full Text:

PDF

References


He, Y., Hu, M., Feng, K., & Jiang, Z. (2021). Bearing condition evaluation based

on the shock pulse method and principal resonance analysis. IEEE

Transactions on Instrumentation and Measurement, 70, 1-12.Sharon,

D.,,dkk, 1982, Principles of Analysis Chemistry, Harcourt Brace College

Publisher, New York.

B. R. Nayana and P. Geethanjali, “Improved identification of various conditions

of induction motor bearing faults,” IEEE Trans. Instrum. Meas., vol. 69, no. 5, pp.

–1919, May 2020.

N. Tandon, G. S. Yadava, and K. M. Ramakrishna, “A comparison of some

condition monitoring techniques for the detection of defect in induction motor ball

bearings,” Mech. Syst. Signal Process., vol. 21, no. 1, pp. 244–256, Jan. 2007.

L. Song, H. Wang, and P. Chen, “Vibration-based intelligent fault diagnosis for

roller bearings in low-speed rotating machinery,” IEEE Trans. Instrum. Meas.,

vol. 67, no. 8, pp. 1887–1899, Aug. 2018.

Y. Zhang, L. Duan, and M. Duan, “A new feature extraction approach using

improved symbolic aggregate approximation for machinery intelligent diagnosis,”

Measurement, vol. 133, pp. 468–478, Feb. 2019.

Alfiansah, I. (2022). Deteksi Kerusakan Bearing Pada Drum Washer Dengan

Metode Shock Pulse.

Aji, K. (2017). Deteksi kerusakan bantalan gelinding pada pompa sentrifugal

dengan analisa sinyal getaran.

Morando, L., “Measuring Shock Pulse”, www.spminstrument.com, diakses bulan Februari 2013.

Piersol, Allan.,Paez, Thomas., 2009, Harri’s Shock and Vibration Handbook, McGraw-Hill Education, New

York.




DOI: https://doi.org/10.52447/jktm.v8i2.6787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.