STUDI KORELASI INDEKS PLASTISITAS DAN BATAS SUSUT TERHADAP PERILAKU MENGEMBANG TANAH

reki arbianto

Abstract


Kemampuan mengembang dan menyusut tanah merupakan masalah bagi bangunan yang terletak di atas dansekitarnya. Deformasi yang diakibatkan tanah ini, seringkali tidak dapat disangga oleh kekakuan strukturbangunan. Dampaknya pada struktur adalah rusaknya struktur dinding, terangkatnya struktur plat, rusaknyastruktur jalan, jembatan, jaringan pipa, dan berbagai struktur bawah tanah lainnya. Beberapa ruas jalan diBoyolali mengalami kerusakan yang diduga akibat aktivitas tanah ekspansif. Penelitian ini bertujuanmengindentifikasi tanah ekspansif dan mengamati hubungan antara indeks plastisitas dan batas susut denganperilaku potensi mengembang tanah pada daerah tersebut.Perilaku potensi mengembang diamati dalam dua kategori yaitu : persentase mengembang dan tekananmengembang. Kedua perilaku tersebut diukur menggunakan Oedometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwaindeks plastisitas mempunyai hubungan yang lebih kuat dibandingkan batas susut terhadap persentasemengembang dan tekanan mengembangnya. Semakin besar indeks plastisitas semakin besar persentasemengembang dan tekanan mengembang, sebaliknya semakin besar batas susut maka semakin kecil persentasemengembang dan tekanan mengembangnya.Kata kunci : batas susut, indeks plastisitas, Oedometer, persentase mengembang, tanah ekspansif, tekananmengembang.

Full Text:

PDF

References


American Society for Testing and Materials, 1997, Annual Book of ASTM Standard, Section 4

Consrtuction, Volume 04.08,Soil and Rock (I), ASTM European Office, England.

As’ad, S., 1999, Studi Perilaku Mengembang dan Kuat Geser Tanah Lempung Ekspansif Akibat

Siklus Berulang Basah-Kering, Thesis Magister, Program Pasca Sarjana Teknik Sipil,

Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Chen, F. H., 1975, Foundation on Expansive Soils, Developments in Geotechnical Engineering

, Elsevier Scientific Publishing Company, Amsterdam.

Das, Braja M., 1983, Advance Soil Mechanics, Mc. Graw Hill, Singapore.

Holtz, Robert D., and Kovacs, William D., 1981, An Introduction to Geotecnical Engineering,

Prentice Hall. Inc. New Jersey, USA.

Jitno, H., 1996, Tanah Ekspansif : Masalah dan solusinya, Prosiding Seminar Geoteknik

Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Muntohar, A. S., 2006, Prediction and Classification of Expansive Clay Soils, Proceedings,

Expansive Soils : Recent Advances in Characterization and Treatment, Taylor & Francis

Group, London, UK.

Nelson, John D., and Miller, Debora J., 1992, Expansive Soils : Problems and Practice in

Foundation and Pavement Engineering, John Wiley & Sons.Inc, New York.

Phanikumar and Bhyravajjula R., 2006, Prediction of Swelling Characteristics With Free Swell

Index, Proceedings, Expansive Soils : Recent Advances in Characterization and Treatment,

Taylor & Francis Group, London, UK.

Setiawan, B., 2008, Mineral Lempung Ekspansif Permasalahan dan Penanganannya, Makalah

mata kuliah Clay Mineralogi, Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada,

Yogyakarta.

Setiawati, L., 1998, Tinjauan Besar dan Potensi Swelling pada Tanah di Sekitar Universitas

Sebelas Maret dengan Alat Oedometer, Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik

UNS, Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.52447/jkts.v1i2.466

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright@ Pusat Penelitian Fakultas Teknik

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

 

Pengunjung