PENGARUH MONEY ECTHIC DAN TEKNOLOGI INFORMASI PERPAJAKAN TERHADAP PRNGGELAPAN PAJAK (TAX EVASION) DIMODERASI DENGAN RELIGIUSTAS

Lenna Christin, Sihar Tambun

Sari


Penelitian ini bertujuan menganalisa dan menguji pengaruh money ethics dan teknologi informasi perpajakan terhadap penggelapan pajak (tax evasion) yang dimoderasi religiusitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi melakukakan kegiatan pekerja bebas yang melakukan menyetor dan melaporkan penghasilannya Wilayah Jakarta Utara. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling dan data dikumpulkan melalui dengan pembagian kuesioner dengan jumlah 110 responden, dan dapat diolah kuesioner tersebut hanya 100 responden, sisanya data yang diisi tidak lengkap. Metode analisis data menggunakan Structural Equating Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan software PLS versi 3. Tahapan perhitungan PLS menggunakan 2 model, yaitu Pengukuran Model (Outer Model) dan Pengujian Model Struktural (Inner Model).

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa money ethics berpengaruh terhdap penggelapaan pajak (tax evasion) akan tetapi teknologi informasi perpajakan tidak berpengaruh terhadap penggelapan pajak (tax evasion). Sedangkan variabel religiusitas terbukti mampu memoderasi hubungan money ethics dan teknologi informasi perpajakan terhadap penggelapan pajak (tax evasion), dan religiusitas mampu memoderasi penggelapan pajak (tax evasion) dengan signifikan.

Kata kunci : Money Ethics, Teknologi Informasi Perpajakan, Religiusitas, Tax Evasion.


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Alfiah Safitri (2017) „Pengaruh Religiusitas Dan Detection Rate Terhadap Penggelapan Pajak‟,

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, pp. 1–14.

Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). "Personal Religious Orientation and Prejudice". Journal of Personality and Social Psychology, 5, 447–457.

Block, W. (1993). Public Finance Texts Cannot Justify Government Taxation: A Critique.

Canadian Public Administration/Administration Publique du Canada. 36(2).

Budiningsih, Asri C. 2004. Pembelajaran Moral. Jakarta : Rineka Cipta. Charismawati, C. (2011). Analisis Hubungan antara Love of Money dengan Persepsi Etika Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Akuntansi, Universitas Diponegoro.

Cohn, G. (1998). The Jewish View on Paying Taxes. Journal of Accounting, Ethics, & Public Policy, 1(2).

Conroy, S. J., Emerson, T. L. N. and Conroy, J. (2011) „Ethics and Religion : as a Predictor of Religiosity Business Ethical Awareness Students‟, Journal of Business Ethics, 50(4), pp. 383–396. doi: 10.1023/B:BUSI.0000025040.41263.09.

Darussalam, 2009. Tax Planning, Tax Avoidance, dan Tax Evasion. www. Ort ax.org.

Diah Safitri and Tambun, S. (2017) „Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Dan Persepsi Korupsi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Kepercayaan Masyarakat Sebagai Variabel Moderating ‟, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, 2(2), pp. 23–33.

Lau, T. C., Choe, K. L., & Tan, L. P. (2011). "The Moderating Effect of Religiosity in the Relationship between Money Ethics and Tax Evasion". Asian Social Science, 9(11), 213– 220.

Lubis, A. I. (2010). Akuntansi Keperilakuan (2 ed.). Jakarta: Salemba Empat. Luthans, F. (2005). Perilaku Organisasi (10 ed.). Yogyakarta: Andi.

Mardiasmo. (2009). Perpajakan Edisi Revisi 2009. Yogyakarta: Penerbit Andi.

McDaniel, S. W., & Burnett, J. J. (1990). Consumer Religiosity and Retail Store Evaluative Criteria. Journal of the Academy of Marketing Science, 18(2).

Permatasari, Inggrid. (2013). “Minimalisasi Tax Evasion Melalui Tarif Pajak, Teknologi dan Informasi Perpajakan, Keadilan Sistem Perpajakan, dan Ketepatan Pengalokasian Pengeluaran Pemerintah”. Diponegoro Journal Of Accounting Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013.

Rosianti, C. and Mangoting, Y. (2014) „Pengaruh Money Ethics terhadap Tax Evasion dengan Intrinsic dan Extrinsic Religiosity sebagai Variabel Moderating‟, Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra, 4(1), pp. 1–11.

Sitorus, R. R. ;Yeny K. (2017) „Pengaruh E-Commerce Terhadap Jumlah Pajak Yang Disetor Dengan Kepatuhan Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening‟, Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, 1(2), pp. 12–13.

Tambun, S. and Witriyanto, E. (2016) „Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Dan Penerapan E-System Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Preferensi Resiko Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Kepada Wajib Pajak Di Komplek Perumahan Sunter Agung Jakarta Utara) Sihar‟, Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, 1(2), pp. 86–94.

Utama, A. (2016) „Pengaruh Religiusitas terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Provinsi DKI Jakarta‟, Jurnal Lingkar Widyaiswara, Edisi. 3 N(2), pp. 1–13.

Vitell, S. J., Paolillo, J. G. P. and Singh, J. J. (2006) „The role of money and religiosity in determining consumers‟ ethical beliefs‟, Journal of Business Ethics, 64(2), pp. 117–124. doi: 10.1007/s10551-005-1901-x.




DOI: https://doi.org/10.52447/map.v3i1.1264

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.