PEMANTAUAN TERAPI BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK di RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

Sela Sarah Lempoy

Abstract


Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, yang disebabkan oleh mikroorganisme, aspirasi dari cairan lambung, benda asing, hidrokarbon, bahan-bahan lipoid dan reaksi hipersensitivitas. Laporan ini dilakukan untuk mengetahui dan memantau regimen yang diberikan pada pasien anak di RS X dengan diagnosa bronkopneumonia yang mendapatkan perawatan selama 4 hari. Terapi non-farmakologi disarankan meningkatkan kualitas hidup pasien mengonsumsi makanan sehat bergizi serta rajin mengonsumsi air minum, menggunakan masker setiap beraktivitas diluar rumah dan menjaga sirkulasi oksigen dirumah dengan baik. Peran Apoteker dalam Pemantauan Terapi Obat (PTO) yakni untuk memastikan penggunaan obat sudah sesuai atau belum, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

References


Dahlan Z. Pneumonia. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B,Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing; 2009. 196.

Sectish T, Prober CG. Pneumonia. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2008. 1795 – 9.

PDPI. Pneumonia Komuniti Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia [serial online]. 2003. (diunduh 21 Maret 2014). Tersedia dari: URL: HYPERLINK http://klikpdpi.com/konsensus/konsensuspneumoniakom/pnkomuniti.pdf.

Amorim PG, Morcillo AM, Tresoldi AT, Fraga AMA, Peirera MR, Baracat ECM. Factors associated with complications of communityacquired pneumonia in preschool children. J Bras Pneumol. 2012: 38 (5):614-21.

The United Nations Children’s Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO). Pneumonia the forgotten killer of children [serial online]. 2006. (diunduh 7 Juni 2013). Tersedia dari: URL: HYPERLINK http://unicef.org/publications/index_35626.ht ml.

Price SA, Wilson LM.. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6. Jakarta: EGC; 2006.

Sunyataningkamto, Iskandar Z, Alan RT, Budiman I, Surjono A, Wibowo T, dkk. The role of indoor air pollution and other factors in the incidence of pneumonia in under-five children. Paediatrica Indonesiana. 2004; 44 (1-2):25-9.

Hartati S. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di RSUD Pasar Kebo Jakarta. Tesis. Depok. Program Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. 2011.

Herman. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita di kab. Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Tesis. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2002.

Soewignjo S, Gessner BD, Sutanto A, Steinhoff M, Prijanto M, Nelson C, et al.. Streptococcus pneumonia Nasopharyngeal Carriage Prevalence, Serotype Distribution, and Resistance Patterns among Children on Lombok Island, Indonesia.Clinical Infection Disease. 2001; 32:1039-43.

World Health Organization (WHO). Pneumonia [serial online]. April 2013. (diunduh 3 Mei 2013). Tersedia dari: URL: HYPERLINK http://who.int/mediacentre/ factsheets/fs331/en/.

Durbin WJ, Stille C.. Pneumonia.Pediatric in Review. 2008; 29 (5):147 – 60.

Yuwono, Aji T. Faktor-faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita di wilayah kerja puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap. Tesis. Semarang. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang. 2008.




DOI: https://doi.org/10.52447/scpij.v7i1.5456

Refbacks

  • There are currently no refbacks.