EVALUASI PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN CKD ON HD + ANEMIA DI RS “X” BENGKULU
Abstract
Chronic kidney disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global dengan insidensi, prevalensi dan angka mortalitas yang terus meningkat. Penyebabnya tidak hanya dikarenakan satu hal dan kerusakan umumnya ireversibel dan mengarah ke perburukan. Tujuan laporan ini dilakukan untuk mengetahui drug related problems (DRP’s) pada penatalaksanaan pengobatan pasien CKD (Chronic Kidney Disease) dengan hemodialisis, anemia di Rumah Sakit X Bengkulu. Selain itu, untuk memastikan penggunaan obat yang rasional, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan sehingga tercapai efek terapi yang optimal. Metode laporan kasus ini meggunakan rancangan case study dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari status rekam medik pasien. Hasil yang diperoleh dari laporan kasus ini yaitu terapi pengobatan yang diterima pasien telah sesuai dengan literatur/ rasional. Meskipun terdapat DRP yakni interaksi obat, tetapi dapat diatasi dengan lebih sering dilakukan pemantauan tekanan darah pasien. Dapat disimpulkan bahwa pasien telah mencapai efek terapi yang optimal dan tidak ada efek samping yang tidak diinginkan.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Kementerian Kesehatan. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
PCNE. 2010. Classification for drug related problems. Pharmaceutical Care Network Europe Foundation 6.2 2010.
Kementerian Kesehatan. 2017. Pusat data dan informasi Situasi Penyakit Ginja Kronis. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Riskesdas. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Günes, F. E. (2013). Medical nutrition therapy for hemodialysis patients.
Hemodialysis. https://doi.org/10.5772/53473
Kidney Disease Improving Global Outcome. 2012. KDIGO Clinical Guideline for Anemia in Chronic Kidney Disease. Kidney Iinternational Supplement. Volume 2(1).
Widyati.2016.Praktik Farmasi Klinik Fokus Pada Pharmaceutical Care Edisi ke-2. Surabaya: Brilian Internasional.
Astrid, A,; Arthure, Mongan,; Maya F.M. Gambaran kadar kreatinin serum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisisis: Jurnal e-Biomedik, 2016. 4(1): 178-183.
Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. 2021. Konsensus penatalaksanaan hipertensi 2021 : Update konsensus PERHI 2019. Jakarta : PERHI.
Ramatillah, D., Syed, A.S.S., Amer, H.K., Ong, L.M., Markum. 2017. Efficacy of Folic Acid in Anemia Treatment Among Hemodialysis Patients in Jakarta, Indonesia. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. Volume 43(1); 127 – 132.
Kadir, A. 2016. Hubungan patofisiologi hipertensi dan hipertensi renal. Jurnal Ilmiah Kedokteran Vol. 5 No. 1 Edisi Maret 2016.
Drugs.com. interaction checker.
Oszko MA, Klutman NE "Use of calcium salts during cardiopulmonary resuscitation for reversing verapamil-associated hypotension." Clin Pharm 6 (1987): 448-9
Davies NT "Anti-nutrient factors affecting mineral utilization." Proc Nutr Soc 38 (1979): 121-8
DOI: https://doi.org/10.52447/scpij.v11i1.9407
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.png)





