INTERGOVERNMENTAL FISCAL RELATIONS DALAM PENDANAAN DESA ANALISIS TRANSFER FISKAL PUSAT PROVINSI, DAN KABUPATEN DI KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017-2026
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika Intergovernmental Fiscal Relations dalam pendanaan desa melalui mekanisme transfer fiskal dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten di Kabupaten Lebak pada periode 2017-2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung dengan analisis data kuantitatif untuk mengkaji hubungan fiskal antar tingkat pemerintahan dalam pendanaan desa. Kerangka analisis menggunakan konsep Intergovernmental Fiscal Relations serta dimensi manajemen jaringan pemerintahan yang meliputi activation, framing, mobilizing, dan synthesizing untuk menjelaskan bagaimana hubungan antar pemerintahan dikelola dalam sistem transfer fiskal kepada desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendanaan desa di Kabupaten Lebak berasal dari berbagai sumber transfer fiskal, yaitu Dana Desa dari pemerintah pusat, bantuan keuangan provinsi kepada desa, serta Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil (DBH), dan bantuan keuangan kabupaten kepada desa. Keberadaan berbagai sumber pendanaan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan dan koordinasi antar tingkat pemerintahan dalam mendukung pembangunan desa. Analisis berdasarkan dimensi manajemen jaringan pemerintahan menunjukkan bahwa hubungan fiskal antar pemerintah dalam pendanaan desa di Kabupaten Lebak membentuk suatu sistem kerja sama yang terintegrasi untuk memperkuat kapasitas fiskal desa dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, E. (2020). Fiscal decentralization and governance. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Agranoff, R., & McGuire, M. (2001). Big questions in public network management research. Journal of Public Administration Research and Theory, 11(3), 295-326.
Agranoff, R., & McGuire, M. (2003). Collaborative public management: New strategies for local governments. Washington, DC: Georgetown University Press.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2019). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025: Menuju Indonesia Emas 2045. Jakarta: Bappenas.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2024). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Bahl, R. (2019). Fiscal decentralization and local finance in developing countries. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Bahl, R., & Bird, R. M. (2018). Fiscal decentralization and local finance in developing countries: Development from below. Asia-Pacific Tax Bulletin, 24(3), 1-12.
Bird, R. M. (2016). Fiscal federalism and decentralization. In A. Shah (Ed.), The practice of fiscal federalism: Comparative perspectives. Montreal: McGill-Queen’s University Press.
Bird, R. M., & Smart, M. (2016). Intergovernmental fiscal transfers: Lessons from international experience. World Development, 30(6), 899-912.
Boadway, R. (2017). Fiscal federalism: Principles and practice of multiorder governance. Cambridge: Cambridge University Press.
Boadway, R., & Shah, A. (2019). Fiscal federalism: Principles and practice of multiorder governance. Cambridge: Cambridge University Press.
Brodjonegoro, B. (2018). Fiscal decentralization and regional development in Indonesia. Journal of Indonesian Applied Economics, 8(2), 1-12.
Buettner, T. (2018). Fiscal federalism and tax assignments. International Tax and Public Finance, 25(2), 341-363.
De Mello, L. (2017). Fiscal decentralization and intergovernmental fiscal relations: A cross-country analysis. Public Finance Review, 45(4), 1-24.
Dillinger, W. (2016). Intergovernmental fiscal relations and public sector governance. Washington DC: World Bank.
Faguet, J. P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2-13.
Falleti, T. G. (2018). Decentralization and subnational politics in developing countries. Annual Review of Political Science, 21, 1-18.
Inspektorat Kabupaten Lebak. (2025). Laporan hasil pemeriksaan pengelolaan keuangan desa. Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak.
Jaweng, R. E. (2021). Hubungan keuangan antar pemerintah dalam kerangka desentralisasi fiskal di Indonesia. Jurnal Otonomi Daerah, 19(1), 1-12.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Buku saku dana desa: Kebijakan dan pengelolaan dana desa. Jakarta: Kementerian Keuangan RI.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2024). APBN kita: Kinerja dan fakta dana desa di Indonesia. Jakarta: Kementerian Keuangan RI.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2024). Arah kebijakan pembangunan nasional dalam visi Asta Cita. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2015). Nawa Cita: Agenda prioritas pembangunan nasional. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.
Litvack, J., Ahmad, J., & Bird, R. (2017). Rethinking decentralization in developing countries. Washington DC: World Bank.
Martinez-Vazquez, J. (2018). Fiscal decentralization and intergovernmental fiscal relations. In E. Ahmad & G. Brosio (Eds.), Handbook of fiscal federalism. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Martinez-Vazquez, J., & McNab, R. (2017). Fiscal decentralization and economic growth. World Development, 30(9), 1597-1616.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Musgrave, R. A., & Musgrave, P. B. (2017). Public finance in theory and practice. New York: McGraw-Hill.
Oates, W. E. (2017). Fiscal federalism and economic development. National Tax Journal, 70(2), 389-406.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2015). Fiscal federalism 2015: Making decentralisation work. Paris: OECD Publishing.
Pemerintah Kabupaten Lebak. (2023). Profil Desa Kanekes Kabupaten Lebak. Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Rodden, J. (2016). Hamilton’s paradox: The promise and peril of fiscal federalism. Cambridge: Cambridge University Press.
Rondinelli, D. (2018). Decentralization, territorial power and the state. Development and Change, 49(4), 1-15.
Shah, A. (2018). Fiscal federalism and decentralization: Principles and practice. Washington DC: World Bank.
Shah, A., & Thompson, T. (2017). Implementing decentralized local governance: A treacherous road with potholes, detours and road closures. World Bank Policy Research Working Paper, 3353.
Slack, E. (2016). Intergovernmental fiscal relations and local government finance. IMFG Papers, 28, University of Toronto.
Smoke, P. (2015). Rethinking decentralization: Assessing challenges to a popular public sector reform. Public Administration and Development, 35(2), 97-112.
Smoke, P., & Kim, Y. (2016). Intergovernmental fiscal relations and local government finance. Public Administration and Development, 36(3), 1-15.
Taylor, S. J., & Bogdan, R. (2016). Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource (4th ed.). Hoboken: Wiley.
Ter-Minassian, T. (2015). Fiscal federalism in theory and practice. Washington DC: International Monetary Fund.
Tiebout, C. (2016). A pure theory of local expenditures. Journal of Political Economy, 64(5), 416-424.
Wong, C. (2017). Intergovernmental fiscal reform in developing countries. Public Budgeting & Finance, 37(1), 3-23.
World Bank. (2019). Fiscal decentralization and local governance. Washington DC: World Bank.
Yilmaz, S., & Venugopal, V. (2018). Fiscal decentralization and local government finance. Public Finance Review, 46(4), 1-20.
DOI: https://doi.org/10.52447/gov.v11i2.9433
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright Pusat Penelitian FEBIS
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta



