PENGUATAN KAPASITAS LITERASI DIGITAL POLITIK BAGI SISWA SMA NEGERI 41 JAKARTA DALAM MENGHADAPI DINAMIKA DEMOKRASI DIGITAL
Abstract
Pemilih pemula merupakan kelompok strategis dalam kontestasi demokrasi karena porsinya yang besar sekaligus kedekatannya dengan media digital. Namun, kedekatan tersebut belum diiringi kemampuan memilah informasi politik secara kritis sehingga rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital politik siswa SMA Negeri 41 Jakarta. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas XI dan XII dan dilaksanakan melalui sosialisasi, praktik kepemiluan, dan tanya jawab. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi, serta angket kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara konsisten pada seluruh aspek yang diukur, terutama kemampuan mengidentifikasi hoaks politik, serta kesiapan sebagian besar peserta untuk menggunakan hak pilih secara rasional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran partisipatif yang memadukan penjelasan konsep, simulasi pemilu, dan dialog terbuka efektif memperkuat literasi digital politik remaja. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Belshaw, D. A. J. (2011). What is ‘digital literacy’? A pragmatic investigation [Disertasi doktoral, Durham University]. Durham E-Theses.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. John Wiley & Sons.
Grizzle, A., Wilson, C., Gordon, D., et al. (Eds.). (2021). Media and information literate citizens: Think critically, click wisely! UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000377068
Guess, A. M., Lerner, M., Lyons, B., Montgomery, J. M., Nyhan, B., Reifler, J., & Sircar, N. (2020). A digital media literacy intervention increases discernment between mainstream and false news in the United States and India. Proceedings of the National Academy of Sciences, 117(27), 15536–15545. https://doi.org/10.1073/pnas.1920498117
Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. The Aspen Institute.
Kahne, J., & Bowyer, B. (2017). Educating for democracy in a partisan age: Confronting the challenges of motivated reasoning and misinformation. American Educational Research Journal, 54(1), 3–34.
Kahne, J., Lee, N.-J., & Feezell, J. T. (2012). Digital media literacy education and online civic and political participation. International Journal of Communication, 6, 1–24.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2021). Peta jalan literasi digital 2021–2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Informatika, & Katadata Insight Center. (2021). Status literasi digital Indonesia 2021: Hasil survei di 34 provinsi. Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Komisi Pemilihan Umum. (2023). Daftar pemilih tetap Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Mafindo. (2024, 30 Agustus). Lanskap hoaks 2024 [Semester 1]. Masyarakat Antifitnah Indonesia. https://mafindo.or.id/publikasi-riset/publikasi/lanskap-hoaks-2024-semester-1/
Mafindo Institute. (2025, 19 September). Hoaks Pemilu Tahun 2024. Masyarakat Antifitnah Indonesia. https://institute.mafindo.or.id/hoaks-pemilu-tahun-2024/
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2021). The psychology of fake news. Trends in Cognitive Sciences, 25(5), 388–402. https://doi.org/10.1016/j.tics.2021.02.007
Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). International Society for Technology in Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016.
UNESCO. (2011). Media and information literacy curriculum for teachers. UNESCO. https://www.unesco.org/en/articles/media-and-information-literacy-curriculum-teachers
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe. https://rm.coe.int/information-disorder-toward-an-interdisciplinary-framework-for-researc/1680764666
DOI: https://doi.org/10.52447/pandawa.v5i1.10055
Refbacks
- There are currently no refbacks.





