UJI EFEKTIVITAS DAN UJI STABILITAS FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK METANOL KULIT BIJI PINANG YAKI (Areca vestiaria Giseke)

Dwi Setianingsih

Abstract


Kerusakan pada kulit akan mengganggu kesehatan manusia maupun penampilan sehingga kulit perlu dijaga dan dilindungi kesehatannya. Salah satu yang dapat menyebabkan kerusakan kulit adalah radikal bebas yang berupa sinar ultra violet. Dalam kondisi yang berlebih, sinar UV dapat menimbulkan beberapa masalah terhadap kulit, mulai dari kulit kemerahan, pigmentasi, bahkan dalam waktu lama menyebabkan resiko kanker. Buah pinang yaki mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan tanin yang memiliki sifat antioksidan sehingga memungkinkan untuk memberikan perlindungan terhadap sinar UV. Pada penelitian ini, dilakukan pengembangan berupa pembuatan sebanyak 3 formula masker peel off dengan konsentrai ekstrak kulit biji pinang yaki 5% (FI), 7,5% (FII), dan 10% (FIII). Sebagai blanko (F0) sediaan dibuat tanpa ekstrak kulit biji pinang yaki. Sediaan masker gel peel-off ekstrak kulit biji pinang yaki memiliki efektivitas dalam melembabkan kulit dengan hasil adanya perbedaan signifikan antar formula, konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam menjaga kelembapan kulit dengan perubahan nilai kadar pH kulit mencit mendekati pH normal rata-rata nilainya sebesar 6,194 setelah 28 hari pemakaian masker. Dari hasil uji evaluasi yang dilakukan bahwa pada uji organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, dan waktu sediaan mengering selama 28 hari pada suhu 4±2°C, 25±2°C dan suhu 40±2°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing–masing formula sediaan gel masker peel off ekstrak kulit biji pinang yaki memiliki stabilitas yang baik selama penyimpanan.

Kata kunci : Areca vestiaria Giseke; Masker Gel Peel Off ; pH.


Full Text:

PDF

References


Tortora, G. J dan B. Derrickson. 2009. Principles of Anatomy and Physiology. United States of America: John Wiley and Sons Inc. 123.

Wungkana, I., Suryanto, E., dan Momuat, L. “Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Fraksi Fenolik dari Limbah Tongkol Jagung (Zea mays L.)”, Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT. (Volume 2 No 04, 2013) 149-155.

Flour, M. 2009. The Pathophysiology of Vulnerable Skin. Belgium: Dermatology Department University Hospital.

Suryanto Edi. 2012. Fitokimia Antioksidan. Putra Media Nusantara: Surabaya

Simbala, H.E.I. 2006. Keanekaragaman Floristik dan Pemanfaatannya sebagai Tumbuhan Obat di Kawasan Konservasi II Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara). Disertasi tidak diterbitkan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Mamonto, I. S., Runtuwene, M. R. J. dan Wehantouw, F. 2014. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Biji Buah Pinang Yaki (Areca Vestiaria Giseke). Jurnal Ilmiah Farmasi - UNSRAT. 3: 263-272.

Filbert, Harry, S.J., Max R.J., dan Vanda, S. 2014. Penentuan Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Nilai IC50 Ekstrak Metanol dan Fraksi Kulit Biji Buah Pinang Yaki (Areca Vestiaria Giseke). Jurnal MIPA UNSRAT Online-UNSRAT. 3: 149-154.

Ariyanto, R. 2006. Uji Aktivitas antioksidan, Penentuan Kandungan Fenolik dan Flavonoid Total Fraksi Kloroform dan Fraksi Air Ekstrak Metanolik Pegagan (Centella asiatica L. Urban). Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Depkes RI, 1989, Materia Medika Jilid V, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta..

Lesmita R. 2017. Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ektrak Etanol Kubis Ungu (Brassica oleracea L.).Medan : Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara.

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Iwang S, penerjemah. Bandung: ITB Press. Terjemahan.

Sembiring, B.B., Ma’mun., Ginting, E. I. 2006. Pengaruh Kehalusan Bahan dan Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb). Buletin Littro 17:53-58.

Vermerris, W. and Nicholson, R., 2006, Phenolic Compound Biochemistry, Springer, The Netherlands.

Miryanti Arry, 2011.Ekstraksi Antioksidan Dari Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) ; Bandung.

Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Depkes RI.

Tranggono, Retno Iswari, Latifah, Fatmah. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Garg, A., A. Deepika, S. Garg, and A. K. Singla. (2002). Spreading of Semi Solid Formulation. USA: Pharmaceutical Technology. Hal. 84-104.

Vieira, R. P., Fernandes, A. R., Kaneko, T. M., Consiglieri, V. O., Aparecida, C., Oliveira, S. De, Velasco, R. 2009. Physical and physicochemical stability evaluation of cosmetic formulations containing soybean extract fermented by Bifidobacterium animalis, 45.

Chaverri, J. P., L. M. R. Fermin, E. G. N. Amaya, M. O. Ibarra, O. N. M. Campos, O. G. Cuahutencos, I. R. Cruz and R. Mata. 2009. ROS Scavening Capacity and NeuroprotectiveEffect of Alpha- Mangostine Againts 3- Nitropropionic Acid in Cerebellar Granule Neurons. Exp.Toxicol Pathol Vol. 61(5): 491-501

Ali, S.M and G. Yosipovitch. 2013. Skin pH: From Basic Science to Basic Skin Care. Acta Derm Venerol 93: 261-267




DOI: https://doi.org/10.52447/inspj.v5i1.1832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright@ Pusat Penelitian Fakultas Farmasi

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Online ISSN : 2502-8421

 

Pengunjung