UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSRTAK ETANOL 70% BANTANG KAYU ULAR (Srtychnos lucida) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

Satya Candra Indra

Abstract


Tumbuhan kayu ular (Strychnos lucida) adalah salah satu tumbuhan yang potensial dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Secara empiris, tumbuhan kayu ular (Strychnos lucida) merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang sudah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama masyarakat daratan Timor untuk mengobati berbagai penyakit. Maserasi menggunakan etanol 70% diperoleh rendemen 2,89%. Sementara uji fitokimia mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida. Flavonoid memiliki aktivitas antiinflamasi,  serta antioksidan sehingga dapat berkhasiat juga sebagai antipiretik. Efek antipiretik Ekstrak etanol 70% batang kayu ular (Strychnos lucida) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi vaksin DPT pada dosis 2,7 mg sangat lemah, Sedangkan dosis 5,4 mg masih lebih rendah dibanding parasetamol sementara dosis 8,1 mg mempunyai daya antipiretik yang hampir sama atau sebanding dengan parasetamol.

Kata kunci : Antipiretik, Ekstrak etanol 70%,  Strychnos lucida, Vaksin DPT


Full Text:

PDF

References


Ahadi, I.P. 2015. Pengaruh Pemberian Paracetamol Berbagai Dosis terhadap Gambaran Histopatologis Hati Tikus Wistar. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.

Agustin Firda, dkk. 2017.Eksplorasi Dosis Efektif Ekstrak Etanol Daun Kipahit sebagai Antipiretik Alami. Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Besral. (2010). Pengolahan dan Analisa Data-1 Menggunakan SPSS. Depok: Departemen Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, 23-30, 58-64.

Ciddi V, Kaleab A. 2005. Antioxidants of plant origin. J Nat. Prod 21:3-17.

Departemen Kesehatan RI, (2000), Parameter Standarisasi Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Edisi I, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Bakti Husada, Jakarta, 9-18.

Departemen Kesehatan RI. 2002. Tanaman Obat Indonesia. Jilid 2. Ditjen POM. Jakarta.

Harborne,J.B. 1987. Metode Fitokimia, Penentuan Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terjemahan oleh Kosasih Padmawinata. 1996. Penerbit ITB. Bandung.

Kartika. 2009. Strychnii lignum. http:// farrmasi. usd. ac. id/ projects/simplisia/ indeks.php/ detail_simplisia/25. (14 Jul 2010). Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.

Lenny S. 2006. Senyawa Flavonoid, Fenilpropanoid, dan Alkaloid. Fakiultas MIPA. USU. Medan.

Lubis. 2008. Aktivitas antimalaria fraksi etil asetat kayu bidara laut (Strychnos ligustrina BI) pada Plasmodium berghei in vivo [tesis]. Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga. Surabaya.

Robinson, T. 1995. Kandungan Senyawa Organik Tumbuhan Tinggi. Diterjemahkan oleh Prof. Dr. Kosasih Padmawinata. Penerbit: ITB. Bandung.

Setiawan, O., B.H. Narendra, L. Tresnawati dan Mansyur. 2012. “Kajian Sebaran Jenis dan Potensi Songga di Bali”. Laporan Hasil Penelitian. Mataram: Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu. Bali.

Salysbury F., Ross C.W. 1996. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2.Biokimia Tumbuhan Edisi keempat. Penerbit ITB. Bandung.

Smith, J.B., Mangkoewidjojo, S. 1988. Pemeliharaan, Pembiakkan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Tikus Laboratorium (Rattus norvegicus): 37-57. Penerbit Universitas Indonesia.

Syafii Wasrin, dkk. 2015. Aktivitas Antimalaria Ekstrak Kayu Bidara Laut. IPB. Bogor

Widowati,A.K. 2011. Efek Antipiretik Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolium L) pada Tikus Putih (Ratus norvegicus). Surakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.




DOI: https://doi.org/10.52447/inspj.v3i1.1939

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright@ Pusat Penelitian Fakultas Farmasi

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Online ISSN : 2502-8421

 

Pengunjung