Bahaya Resistensi Antibiotik: Infeksi Kecil Bisa Jadi Mematikan
Abstract
Resistensi antibiotik telah menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan estimasi angka kematian mencapai 1,27 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, penggunaan antibiotik yang tidak rasional, seperti pembelian tanpa resep dokter (mencapai 41,0%) dan penghentian dosis secara sepihak, menjadi faktor utama pemicu resistensi bakteri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pengertian, faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahan resistensi antibiotik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 33 siswa. Metode pelaksanaan meliputi diskusi interaktif secara langsung menggunakan media presentasi PowerPoint, serta pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta. Rata-rata nilai jawaban benar meningkat dari 72,81% pada pre-test menjadi 93,43% pada post-test. Peningkatan tertinggi terlihat pada pemahaman bahwa flu tidak memerlukan antibiotik, yang naik dari 21,87% menjadi 87,5%. Meskipun demikian, masih ditemukan tantangan dalam pemahaman mengenai dampak negatif bakteri resisten di lingkungan sekitar. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya penggunaan antibiotik yang rasional dan kepatuhan terhadap regimen pengobatan. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk menekan laju resistensi antibiotik melalui pola hidup sehat dan penggunaan obat yang bijak.
References
Pratiwi, A.I., Wiyono, W.I., Jayanto I. (2020). Pengeyahuan dan Penggunaan Antibiotik Secara Swamedikasi Pada Masyarakat Kota. Jurnal Biomedik, 2020;12(3):176-185.
Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Antibiotic Use in the United States.
CDC. (2019). Antibiotic resistance threats in the United States, 2019. https://doi.org/10.15620/cdc:82532
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter.
O ’neill, J. (2015). Antimicrobials in Agriculture and the Environment: Reducing Unnecessary Use and Waste the Review on Antimicrobial Resistance.
Sari S.R., Yunus, M., Fauzi. Z.P.A., Rani Z., Nasution, M.A., Pertiwi, N.N., Syahputri, H. (2024). Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Benar dalam MencegahResistensi Antibiotik. Jurnal Bakti Nusantara, Vol.2No.1, Agustus2024, Hal.14-20.
World Health Organization. (2025). Global Antibiotic Resistance Surveillance Report 2025. WHO Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS).
Patel P, Wermuth HR, Calhoun C, dkk. (2023). Antibiotik. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; Januari 2026-. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535443/
Ihsan, Kartina, and Akib, N. I. (2016). Studi Penggunaan Antibiotik Non Resep di Apotek Komunitas Kota Kendari. Media Informasi, 13(2), pp. 272–284.
Badan POM. (2015). Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta: GNPOPA.
Gunardi, W.D. (2016). Mekanisme Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik. MEDITEK : Jurnal Kedokteran, Vol.15 No.39E.
Theresylle, E.C., Sitepu R., Yoedistira, C.D. (2022). Review Jurnal Kajian Resistensi Antibiotik Golongan Aminoglikosida dan Golongan Tetrasiklin. SAINABERTEK: Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi, Vol.3 No.1.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021.
DOI: https://doi.org/10.52447/paj.v6i1.9600
Refbacks
- There are currently no refbacks.

