Implementasi Visual Storytelling melalui Desain Grafis pada Media Sosial TVRI Nasional

Alika Kasyaf Rahimah, Pudji Muljono, Fahmi Fuad Cholagi

Abstract


Abstract

The development of digital technology encourages public broadcasting institutions like TVRI to adapt by presenting social media content that is informative and engaging. This study analyzes the application of visual storytelling in TVRI Nasional's graphic design, identifies production challenges, and formulates design development strategies to enhance the effectiveness of public information. Through a qualitative descriptive approach, data were obtained through active participation, observation, interviews, and literature studies, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that visual storytelling is applied through representational, interactive, and compositional meanings, reflected in educational themes, relevant illustrations, institutional colors, and clear visual compositions. The production process, which includes pre-production to post-production, requires close coordination, while tight deadlines and revisions remain the main challenges. The research concludes that visual storytelling enhances message clarity and strengthens TVRI's image as a public broadcaster. Recommendations include improving team coordination, exploring dynamic visual formats, expanding access to content performance data, and diversifying design templates.

Keywords: Audience Engagement, Digital Media, Public Broadcasting, Visual Communication          

 

Abstraksi

Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga penyiaran publik seperti TVRI untuk beradaptasi melalui penyajian konten media sosial yang informatif dan menarik. Penelitian ini menganalisis penerapan visual storytelling dalam desain grafis TVRI Nasional, mengidentifikasi tantangan produksi, serta merumuskan strategi pengembangan desain untuk meningkatkan efektivitas informasi publik. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa visual storytelling diterapkan melalui makna representasional, interaktif, dan komposisional, tercermin dalam tema edukatif, ilustrasi relevan, warna institusional, dan komposisi visual yang jelas. Proses produksi yang meliputi pra-produksi hingga pasca-produksi membutuhkan koordinasi erat, sementara tenggat ketat dan revisi menjadi tantangan utama. Penelitian menyimpulkan bahwa visual storytelling meningkatkan kejelasan pesan dan memperkuat citra TVRI sebagai penyiar publik. Rekomendasi mencakup peningkatan koordinasi tim, eksplorasi format visual dinamis, perluasan akses data performa konten, dan diversifikasi template desain.

Kata Kunci: Keterlibatan Audiens, Komunikasi Visual, Media Digital, Penyiaran Publik

References


Danuri, M. 2019. Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital. INFOKAM, 15(2), 117–124.

Isbullah, M., & Zuhri, A. 2024. Idealisasi Sang Ajudan sebagai Web Resmi Prokopim Aceh Selatan dalam Mendukung Keterbukaan Informasi Publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 5(2), 201-218.

Kress, G., & van Leeuwen, T. 2006. Reading Images: the Grammar of Visual Design (2nd ed.). Routledge.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. 1994. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage.

Pujiono, A. 2021. Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Bagi Generasi Z. Didache: Journal of Christian Education, 2(1), 1-19.

Zakariah, M. A., & Afriani, V. 2021. Analisis Statistik dengan SPSS untuk Penelitian Kuantitatif. Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka.




DOI: https://doi.org/10.52447/promedia.v12i1.9095

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sinta Google Scholar Garuda BASE
Mendeley iThenticate ISSN Crossref
Dimensions APJIKI ISKI