Memaknai Frasa “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa” Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

Tomy Michael

Abstract


Keharusan mencantumkan frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” di setiap jenjang peraturan perundang-undangan bertentangan dengan tujuan hukum yaitu keadilan hukum, kemanfaatan hukum dan kepastian hukum. Permasalahan yang muncul apakah hakikat makna frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” merupakan suatu legalisasi peraturan perundang-undangan untuk tetap dilaksanakan tanpa melihat realita dalam masyarakat dan diolah menjadi fakta hukum sesuai keilmuan hukum. Frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” dapat dijadikan legitimasi kelompok tertentu dalam memaksakan kehendak kepada kelompok lainnya. Saran yaitu menghapus frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” pada setiap peraturan perundang-undangan  karena kata “Tuhan” hanya sebagai simbol yang tidak membawa pengaruh apapun dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan tersebut. Penghapusan frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” akan menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang benar-benar mengutamakan keadilan tanpa terkecuali. Penghapusan frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” di setiap peraturan perundang-undangan sebagai wujud menciptakan perdamaian tanpa adanya unsur paksaan agama dan politik terhadap masing-masing individu.

Kata kunci: Tuhan, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, keadilan.


Full Text:

PDF

References


A Setyo Wibowo dan Majalah Driyarkara, 2011, Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre, Yogyakarta, Kanisius.

Ahmad Zainul Hamdi, 2015, Mengkritisi Arus Globalisasi “Globalisasi Dan Fundamentalisme Agama: Agama Di Tengah Jaring-Jaring Dunia Modern, Surabaya, Fakultas Filsafat Program Studi Ilmu Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Bahder Johan Nasution, 2008, Metode Penelitian Ilmu Hukum, Bandung, Mandar Maju.

Étienne Balibar, 2013, Anti Filsafat: Metode Pemikiran Marx, Yogyakarta, Resist Book.

Fajar Sugianto, 2014, Economic Analysis Of Law Seri I Pengantar, Jakarta, Kencana.

Hartoyo, dkk, 2014, Sesuai Kata Hati Kisah Perjuangan 7 Waria, Jakarta, Renal Pustaka, Jakarta & Our Voice.

Jean Jacques Rousseau, 2010, Perihal Kontrak Sosial atau Prinsip Hukum-Politik, Jakarta, Dian Rakyat.

Junaidy Sugianto, 2014, Nabi Khung Ce Hermeneutika Ajaran tentang Tuhan dan Dewa Ilahiat dalam Buku Cung Yung, Malang, Madani.

Lorens Bagus, 2002, Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

Masdar Farid Mas’udi, 2013, Syarah UUD 1945 Perspektif Islam, Ciputat, PT Pustaka Alvabet bekerjsa sama dengan Lembaga Kajian Islam & Perdamaian (LaKIP).

National Geographic Indonesia, Desember 2015, Jakarta, Kompas Gramedia.

Peter Mahmud Marzuki, 2005, Penelitian Hukum, Jakarta, Kencana Prenada.

Philipus M Hadjon dan Tatiek Sri Djatmiati, 2005, Argumentasi Hukum, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Suhadi, dkk, 2014, Politik Pendidikan Agama, Kurikulum 2013, dan Ruang Publik Sekolah,Yogyakarta, Center for Religious & Cross-cultural Studies.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright Pusat Penelitian Fakultas Hukum

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

ISSN Online : 2461-0798

Pengunjung